PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS IV SD SWASTA HKBP TOMUAN
DOI:
https://doi.org/10.61240/8vb9ph28Kata Kunci:
Model Pembelajaran Inquiry, Kemampuan Berpikir Kritis, Pendidikan PancasilaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SD Swasta HKBP Tomuan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan dari kurangnya keaktifan, kesulitan dalam menjawab soal yang bervariasi, serta hasil belajar yang masih di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 25 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kritis berupa pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji hipotesis (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa sebesar 44,80 dan meningkat pada posttest menjadi 78,80. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh nilai thitung sebesar 14,17 lebih besar dari ttabel sebesar 2,06 dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H₀ ditolak dan Hₐ diterima, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inquiry berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SD Swasta HKBP Tomuan.



